Skip to main content

Posts

Showing posts from 2023

Pendekatan Pluralistik Religius

Pluralisme dan pluralitas memiliki arti yang sama, yaitu sebuah keadaan yang bersifat plural, jamak, atau banyak.  Banyak masyarakat awam yang salah mengartikan pluralisme sebagai pemahaman yang memandang semua agama sama, atau hanya agamanya paling benar sehingga secara a piori mereka menegaskan pluralisme. Padahal pluralisme adalah menjunjung tinggi adanya perbedaan dalam masyarakat yang multikultural dan itu adalah konteks kelahiran pluralisme. Pluralisme agama adalah sebuah asumsi yang meletakkan kebenaran agama sebagai kebenaran yang relatif dan menempatkan agama pada posisi setara, apapun jenis agama itu. Pluralisme agama juga meyakini bahwa semua agama adalah jalan yang benar menuju Tuhan yang sama. Ciri-ciri Pluralisme Agama 1. Pluralisme bukan hanya keragaman, tetapi terlibat dengan energik dengan keragaman juga. 2. Pluralisme bukanlah sebuah toleransi saja, tetapi pencarian aktif pemahaman lintas garis perbedaan. 3. Pluralisme bukanlah relativisme, tetapi sebuah pertemua...

Pendekatan Mistis dan Sufistik dalam Studi Islam

Mistisisme adalah ajaran yang ilmu pengetahuannya berkaitan dengan pengalaman langsung, bukan melalui metafisika ataupun penjelasan rasional tentang yang mutlak. Dalam Islam, mistisme bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dengan Allah sehingga menimbulkan kesadaran akan adanya komunikasi atau dialog antara ruh manusia dan Tuhan, dengan jalan mengasingkan diri dan berkontemplasi.  Sufisme merupakan ikhtiar meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang unggul. Nilai-nilai yang diajarkan seperti kesabaran, optimisme, dan keikhlasan. Ajaran yang menekankan pembersihan diri ini dapat merubah manusia menjadi lebih baik, penuh cinta kasih dan semakin dekat kepada Allah Swt. Pada sufistik islam bertujuan agar setiap muslim berbudi pekerti yang luhur, bertingkah laku, berperangai atau beradat-istiadat yang baik sesuai dengan ajaran Islam.

Fenomenologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Fenomenologi adalah ilmu yang melihat dan mempelajari fenomena yang sudah terlihat dan muncul di tengah-tengah kehidupan manusia dengan pandangan yang terarah kepada manusia itu sendiri sebagai bagian dari pengalaman hidup. Hal yang terpenting dari pendekatan fenomenologi agama adalah apa yang dialami oleh pemeluk agama, apa yang dirasakan, diakatakan dan dikerjakan serta bagaimana pula pengalaman tersebut bermakna baginya. Dengan belajar fenomenologi agama, kita di antar untuk masuk dalam sebuah pemahaman yang lebih dalam akan agama yang kita anut. Dengan demikian, kita akan mampu memilah mana yang merupakan esensi dan mana yang merupakan manifestasi. Pendekatan fenomenologi dalam studi Islam berupaya mengungkapkan makna dari suatu gejala sehingga gejala tersebut dapat dipahami dan dapat diterapkan dalam ajaran-ajaran normatif, kegiatan-kegiatan keagamaan, institusi-institusi keagamaan, tradisi-tradisi dan simbol-simbol keagamaan.

Psikologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik gejala-gejala tentang kejiwaan maupun latar belakangnya. Psikologi merupakan  sebuah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang manusia yang dimana objek kajiannya adalah aktivis fisik dan non fisik manusia baik individu dan kelompok maupun hubungan dengan lingkungannya. Pendekatan psikologi dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi kadar dan tingkat ajaran Islam yang sesuai dengan tingkat umur seseorang. Hingga ajaran Islam tidak berubah menjadi semata-mata sistem-sistem nilai tanpa teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sosiologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa indonesia) sosiologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari sifat dan perkembangan masyarakat, termasuk struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.  Sosiologi merupakan ilmu yang menggambarkan keadaan masyarakat, termasuk struktur, lapisan, dan gejala sosial yang saling berkaitan. Dengan ilmu sosiologi, fenomena sosial dapat dianalisis dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan, mobilitas sosial, dan keyakinan yang mendasari proses tersebut. Pendekatan sosiologis dapat digunakan dalam memahami agama karena banyak bidang kajian agama yang dapat dipahami secara tepat dan proporsional dengan bantuan ilmu sosiologi. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis, agama dapat dipahami dengan mudah karena agama sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial. Pendekatan Sosiologi memiliki peranan penting dalam usaha memahami dan mengeksplorasi makna yang sebenarnya diinginkan oleh al-Qur'an. Hal ini disebabkan oleh Islam yang menekankan pada hal-h...

Antropologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Antropologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bertujuan untuk memahami kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat. Pendekatan antropologi dalam agama berawal dari preposisi bahwa agama tidak hanya berdiri sendiri, melainkan agama akan selalu berhubungan erat dengan pemeluknya. Setiap pemeluk agama memiliki sistem budaya dan kultur masing-masing. Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, menjadikan antropologi memiliki peran sangat penting dalam memahami agama. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Dalam konteks agama, antropologi mengamati keyakinan akan adanya kekuatan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang berasal dari luar diri dan alam semesta yang tidak nampak oleh panca indera (supra-natural). Ketertarikan antropologi terhadap kehidupan beragama manusia inilah yang kemudian memunculkan disiplin antropologi agama. Dalam hal ini antropologi memandang bahwa agama merupakan bag...

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Pendekatan historis adalah meninjau permasalahan dengan berfokus pada sudut pandang peninjauan sejarah, menjawab permasalahannya, dan menganalisisnya dengan menggunakan metode analisis sejarah. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pendekatan studi Islam yang menguasai umat muslim lebih cenderung besifat subjektif, apologi, dan menutup diri terhadap pendekatan orang-orang dari luar yang sifatnya objektif dan rasional. Ajaran agama Islam memiliki dua sumber utama, yaitu Al-Qur'an dan Hadist. Kedua sumber tersebut bersifat rasional dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan berkembang menjadi ajaran yang tabu terhadap perkembangan zaman, sehingga kehidupan umat Islam terkesan ketinggalan zaman. Maka dari itu, adanya kontak antara budaya modern dengan Islam, maka hal itu bisa mendorong umat Muslim agar dapat bersikap objektif dan terbuka terhadap pandangan luar sehingga ajaran- ajaran Islam bisa berkembang dan dibutuhkan oleh umat Muslim.

Tauhid Sebagai Dasar Tujuan Kehidupan

Para ulama Aqidah mendefinisikan tauhid sebagai suatu keyakinan tentang keesaan Allah SWT. Dalam uluhiyah, rububiyah, serta menetapkan nama-nama dan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya. Dengan demikian maka biasa dikatakan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga macam, diantaranya yaitu: 1. Tauhid Rububiyah adalah keyakinan tentang keesaan Allah di dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Yaitu meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta seluruh makhluk, Pemberi rizki kepada seluruh manusia dan makhluk lainnya, Penguasa dan pengatur segala urusan alam, yang meninggikan lagi menghinakan, menghidupkan lagi mematikan, memperjalankan malam dan siang dan yang maha kuasa atas segala sesuatu. 2. Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam tujuan perbuatan- perbuatan hamba yang dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. seperti berdoa, bernadzar, menyembelih kurban, bertawakal, bertaubat, dan lainnya. 3. Tauhid Asma dan Sifat adalah keyakinan tentang keesaan Allah subhanahu wa ta'a...

Sumber Materil Praktik Kehidupan Islami

Al-Quran adalah sumber utama dalam pembentukan hukum Islam. Kata 'sumber' dalam pembentukan hukum islam hanya boleh digunakan untuk Al-Qur'an dan Hadist. Dikarenakan memang Al-Qur'an dan Hadist memang merupakan wadah yang berisi norma- norma hukum. Secara umum, hukum-hukum yang terdapat di Al-Qur'an dibagi menjadi tiga bidang. Berikut pembagiannya: a. Hukum Akidah , merupakan sesuatu hukum yang berhubungan dengan keyakinan manusia kepada Allah SWT, Malaikat, Kitab, Rasul, dan hari kiamat. b. Hukum Etika (Khuluqiyyah), merupakan suatu perilaku yang berhubungan dengan kepribadian manusia. Contohnya kejujuran, rendah hati, bijaksana dan lain-lain. Lalu mengatur cara-cara menghindari sifat buruk pada diri manusia itu sendiri, seperti dusta, iri, dengki, sombong. c. Hukum Amaliyah (Amaliyah) mengatur tentang perilaku sehari-hari yang berhubungan dengan sesama manusia. Hukum Amaliyah ada dua bagian; Pertama, yaitu perilaku yang berhubungan dengan Allah, seperti Ibadah (s...

Islam Sebagai Doktrin dan Way of Life

Islam merupakan agama terakhir dengan pedoman berupa wahyu dan kitab suci yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui malaikat Jibril As. dari Allah SWT. sebagai pedoman hidup dan penyempurna agama sebelumnya hingga akhir zaman. Agama Islam merupakan agama yang membawa kedamaian untuk seluruh umat manusia. Ajaran- ajaran pada Islam memberikan petunjuk-petunjuk untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian pada kehidupan di dunia dan akhirat. ISLAM SEBAGAI DOKTRIN a. Definisi Doktrin Doktrin ialah sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris Doctrine yang memiliki arti ajaran. Yang kemudian digunakan sebagai pembentuk kata doktrina yang berarti sesuatu yang bersifat ajaran dan berkaitan dengan ajaran. Doktrin dikenal masyarakat sebagai suatu ajaran yang bersifat mutlak (Absolute), Doktrin dapat diartikan sebagai suatu ajaran yang bertujuan untuk membangun sebuah agama yang lainnya dengan ajaran-ajaran yang bersifat mutlak. Ajaran-ajaran mutlak tersebut didasarkan pada kebenaran...

Metodologi Studi Islam, Urgensi, Objek Kajian, Subjek Kajian, dan Pendekatan

Studi Islam (Dirasah Islamiyah) merupakan usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk beluk atau hal hal yang berhubungan dengan agama islam, baik dalam hal ajaran, sejarah, maupun praktik pelaksanaannya dalam kehidupan sehari hari.  Urgensi Studi Islam 1. Umat islam saat ini berada dalam kondisi problematis 2. Umat manusia dan peradabannya berada dalam situasi globalisasi 3. Situasi keberagaman Indonesia cenderung menampilkan kondisi keberagaman yang leglistik-formalistik.  Objek Kajian Studi Islam 1. Al-Quran dan Hadits 2. Fiqih dan Pranata sosial 3. Dakwah 4. Bahasa dan Sastra Arab 5. Pemikiran Dasar Islam: Kalam, Filsafat, dan Tasawuf 6. Sejarah kebudayaan islam 7. Pendidikan islam 8. Pembaruan pemikiran islam Pendekatan dalam Studi Islam • Historis • Antropologi • Psikologi • Sosiologi • Fenomenologi • Pendekatan mistik dan sufistik • Pendekatan pluralistik religius Subjek Studi Islam 1. Kajian yang dilakukan oleh ...

Manusia dan Agama

Apakah bisa seorang manusia hidup tanpa agama? Jawabannya "ya, bisa" dan "pasti bisa" . Memang betul setiap manusia bisa hidup tanpa agama, namun hidup hanya sekedar hidup apabila kita tidak menjadikan agama sebagai pedoman.  MANUSIA Dalam Al-Quran terdapat tiga istilah yang digunakan untuk merujuk pada manusia, yaitu basyar, insan, dan nas.  • Basyar (ada, human being), adalah gambaran manusia secara materil ada dan dapat dilihat dengan jelas. Basyar adalah mahluk yang sekedar ada. Singkatnya basyar adalah manusia dalam arti fisis-biologis.  • Insan , adalah adalah mahluk yang "menjadi". Dalam artian manusia terus menerus maju menuju kesempurnaan dan berevolusi dengan akal dan ilmunya.  • An-Nas , Alquran menyebut manusia sebagai naas dalam statusnya sebagai makhluk sosial yang bergaul dan bermasyarakat serta dalam berbagai contoh perilakunya terhadap Tuhan. Bahan Penciptaan Manusia 1. Unsur Materil Allah menciptakan manusia dari unsur tanah. Dalam sala...

Introducing Myself (again)

Heyyo whatsupp, sobat Sasingers!  Perkenalkan nama saya Triani Yulitasari. Orang-orang biasa memanggil saya dengan nama Tri, Iyan, Ani, dan Yani. Lahir di Grobogan, tanggal 8 Juli 2003. Saya adalah seorang mahasiswi Sastra Inggris yang tertarik dengan dunia public speaking salah satunya pada bidang wisata edukasi seperti kepemanduan museum. Selain itu, saya juga sangat tertarik dengan dunia edukasi anak-anak.  Menjadi seorang mahasiswi Sastra Inggris menurut saya sangat menyenangkan karena kita banyak belajar untuk mengkaji film, novel, dan musik (so pasti asik kan hehe). By the way, alasan saya memilih jurusan Sastra Inggris selain karena saya suka bahasa Inggris, musik dan film barat, juga karena saya sangat mengidolakan Selena Gomez. Menjadi anak bilingual itu sangat menyenangkan, bayangkan saja kita bisa mempelajari banyaknya kebudayaan di dunia ini dengan kemampuan bahasa kita, sangat menarik bukan. Selain itu, kita juga bisa banyak mempelajari buku-buku terbitan asing ya...