Skip to main content

Tauhid Sebagai Dasar Tujuan Kehidupan

Para ulama Aqidah mendefinisikan tauhid sebagai suatu keyakinan tentang keesaan Allah SWT. Dalam uluhiyah, rububiyah, serta menetapkan nama-nama dan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya. Dengan demikian maka biasa dikatakan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga macam, diantaranya yaitu:

1. Tauhid Rububiyah adalah keyakinan tentang keesaan Allah di dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Yaitu meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta seluruh makhluk, Pemberi rizki kepada seluruh manusia dan makhluk lainnya, Penguasa dan pengatur segala urusan alam, yang meninggikan lagi menghinakan, menghidupkan lagi mematikan, memperjalankan malam dan siang dan yang maha kuasa atas segala sesuatu.

2. Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam tujuan perbuatan- perbuatan hamba yang dilakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. seperti berdoa, bernadzar, menyembelih kurban, bertawakal, bertaubat, dan lainnya.

3. Tauhid Asma dan Sifat adalah keyakinan tentang keesaan Allah subhanahu wa ta'ala dalam nama dan sifat-Nya yang terdapat dalam Al-Quran dan Al Hadits dilengkapi dengan mengimani makna-maknanya dan hukum-hukumnya.


URGENSI TAUHID
1. Hakikat tujuan penciptaan jin dan manusia
2. Tauhid menjamin keamanan dan petunjuk
3. Tauhid merupakan kunci ampunan
4. Tauhid merupakan syarat utama diterimanya amalan

Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Umat Islam dan Manfaatnya
Terdapat beberapa pengaruh dan manfaat tauhid dalam kehidupan umat islam diantaranya:

1. Merupakan sebab lapangnya dada seseorang dalam kehidupan di dunia
2. Merupakan sebab paling utama terhapusnya dosa dan kesalahan 3. Tauhid mencegah pemiliknya kekal di neraka
4. Membebaskan seseorang dari perbudakan makhluk dan ketergantungan 5. Tauhid merupakan sebab mendapatkan ridho Allah SWT.
6. Tauhid yang telah tertanam dalam hati seorang hamba, akan meringankannya dari segala kesulitan
7. Orang yang bertauhid akan selalu mendapatkan pertolongan oleh Allah SWT.
8. Orang yang bertauhid akan terhindar dari azab Allah SWT.


Penyebab Rusaknya Tauhid
1. Syirik (menyekutukan Allah)
    Contoh: menyembah berhala, menyembah matahari
2. Kufur dan kafir (menafikkan dan mendustakan Allah)
3. Nifaq (berpura-pura mengikuti ajaran agama, namun sebenarnya tidak meyakini dalam hatinya)
4. Murtad (mengingkari agama islam dan meninggalkan ajarannya)
5. Menyimpang dari kebenaran (Al-Ilhad)

Comments

Popular posts from this blog

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Pendekatan historis adalah meninjau permasalahan dengan berfokus pada sudut pandang peninjauan sejarah, menjawab permasalahannya, dan menganalisisnya dengan menggunakan metode analisis sejarah. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pendekatan studi Islam yang menguasai umat muslim lebih cenderung besifat subjektif, apologi, dan menutup diri terhadap pendekatan orang-orang dari luar yang sifatnya objektif dan rasional. Ajaran agama Islam memiliki dua sumber utama, yaitu Al-Qur'an dan Hadist. Kedua sumber tersebut bersifat rasional dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan berkembang menjadi ajaran yang tabu terhadap perkembangan zaman, sehingga kehidupan umat Islam terkesan ketinggalan zaman. Maka dari itu, adanya kontak antara budaya modern dengan Islam, maka hal itu bisa mendorong umat Muslim agar dapat bersikap objektif dan terbuka terhadap pandangan luar sehingga ajaran- ajaran Islam bisa berkembang dan dibutuhkan oleh umat Muslim.

Sosiologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa indonesia) sosiologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari sifat dan perkembangan masyarakat, termasuk struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.  Sosiologi merupakan ilmu yang menggambarkan keadaan masyarakat, termasuk struktur, lapisan, dan gejala sosial yang saling berkaitan. Dengan ilmu sosiologi, fenomena sosial dapat dianalisis dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan, mobilitas sosial, dan keyakinan yang mendasari proses tersebut. Pendekatan sosiologis dapat digunakan dalam memahami agama karena banyak bidang kajian agama yang dapat dipahami secara tepat dan proporsional dengan bantuan ilmu sosiologi. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis, agama dapat dipahami dengan mudah karena agama sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial. Pendekatan Sosiologi memiliki peranan penting dalam usaha memahami dan mengeksplorasi makna yang sebenarnya diinginkan oleh al-Qur'an. Hal ini disebabkan oleh Islam yang menekankan pada hal-h...

Antropologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Antropologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bertujuan untuk memahami kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat. Pendekatan antropologi dalam agama berawal dari preposisi bahwa agama tidak hanya berdiri sendiri, melainkan agama akan selalu berhubungan erat dengan pemeluknya. Setiap pemeluk agama memiliki sistem budaya dan kultur masing-masing. Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, menjadikan antropologi memiliki peran sangat penting dalam memahami agama. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Dalam konteks agama, antropologi mengamati keyakinan akan adanya kekuatan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang berasal dari luar diri dan alam semesta yang tidak nampak oleh panca indera (supra-natural). Ketertarikan antropologi terhadap kehidupan beragama manusia inilah yang kemudian memunculkan disiplin antropologi agama. Dalam hal ini antropologi memandang bahwa agama merupakan bag...