Skip to main content

Manusia dan Agama

Apakah bisa seorang manusia hidup tanpa agama?
Jawabannya "ya, bisa" dan "pasti bisa".
Memang betul setiap manusia bisa hidup tanpa agama, namun hidup hanya sekedar hidup apabila kita tidak menjadikan agama sebagai pedoman. 


MANUSIA

Dalam Al-Quran terdapat tiga istilah yang digunakan untuk merujuk pada manusia, yaitu basyar, insan, dan nas. 

Basyar (ada, human being), adalah gambaran manusia secara materil ada dan dapat dilihat dengan jelas. Basyar adalah mahluk yang sekedar ada. Singkatnya basyar adalah manusia dalam arti fisis-biologis. 
Insan, adalah adalah mahluk yang "menjadi". Dalam artian manusia terus menerus maju menuju kesempurnaan dan berevolusi dengan akal dan ilmunya. 
An-Nas, Alquran menyebut manusia sebagai naas dalam statusnya sebagai makhluk sosial yang bergaul dan bermasyarakat serta dalam berbagai contoh perilakunya terhadap Tuhan.


Bahan Penciptaan Manusia
1. Unsur Materil
Allah menciptakan manusia dari unsur tanah. Dalam salah satu hadist disebutkan “Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari gumpalan tanah yang diambil dari seluruh tempat yang ada di bumi”. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ  ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسٰنِ مِنْ طِينٍ
"yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,"
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 7)

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُۥ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّآءٍ مَّهِينٍ
"kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)."
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 8)

2. Unsur Non-Materil
Dalam penciptaan manusia, ruh atau jiwa adalah yang paling terakhir dipasang ke dalam jasad manusia berup non materil. Hal ini dijelaskan dalam Alquran surat as-Sajadah ayat 9.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ سَوّٰىهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُّوحِهِۦ  ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصٰرَ وَالْأَفْئِدَةَ  ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
"Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 9)


AGAMA
Agama merupakan suatu bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat adikodrati (supernatural). 

Unsur-unsur agama:
1. Emosi keagamaan
2. Upacara keagamaan
3. Tempat dan peralatan peribadatan
4. Kelompok penganut
5. Sistem keyakinan

Agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengatur atau mengorganisasikan dan mengarahkan kehidupan sosial. Agama juga menolong menjaga norma-norma sosial dan kontrol sosial. Ia mensosialisasikan individu dan melakukan kontrol baik terhadap individu maupun kelompok dengan berbagai cara.





Comments

Popular posts from this blog

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Pendekatan historis adalah meninjau permasalahan dengan berfokus pada sudut pandang peninjauan sejarah, menjawab permasalahannya, dan menganalisisnya dengan menggunakan metode analisis sejarah. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pendekatan studi Islam yang menguasai umat muslim lebih cenderung besifat subjektif, apologi, dan menutup diri terhadap pendekatan orang-orang dari luar yang sifatnya objektif dan rasional. Ajaran agama Islam memiliki dua sumber utama, yaitu Al-Qur'an dan Hadist. Kedua sumber tersebut bersifat rasional dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan berkembang menjadi ajaran yang tabu terhadap perkembangan zaman, sehingga kehidupan umat Islam terkesan ketinggalan zaman. Maka dari itu, adanya kontak antara budaya modern dengan Islam, maka hal itu bisa mendorong umat Muslim agar dapat bersikap objektif dan terbuka terhadap pandangan luar sehingga ajaran- ajaran Islam bisa berkembang dan dibutuhkan oleh umat Muslim.

Sosiologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa indonesia) sosiologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari sifat dan perkembangan masyarakat, termasuk struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.  Sosiologi merupakan ilmu yang menggambarkan keadaan masyarakat, termasuk struktur, lapisan, dan gejala sosial yang saling berkaitan. Dengan ilmu sosiologi, fenomena sosial dapat dianalisis dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan, mobilitas sosial, dan keyakinan yang mendasari proses tersebut. Pendekatan sosiologis dapat digunakan dalam memahami agama karena banyak bidang kajian agama yang dapat dipahami secara tepat dan proporsional dengan bantuan ilmu sosiologi. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis, agama dapat dipahami dengan mudah karena agama sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial. Pendekatan Sosiologi memiliki peranan penting dalam usaha memahami dan mengeksplorasi makna yang sebenarnya diinginkan oleh al-Qur'an. Hal ini disebabkan oleh Islam yang menekankan pada hal-h...

Antropologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Antropologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bertujuan untuk memahami kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat. Pendekatan antropologi dalam agama berawal dari preposisi bahwa agama tidak hanya berdiri sendiri, melainkan agama akan selalu berhubungan erat dengan pemeluknya. Setiap pemeluk agama memiliki sistem budaya dan kultur masing-masing. Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, menjadikan antropologi memiliki peran sangat penting dalam memahami agama. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Dalam konteks agama, antropologi mengamati keyakinan akan adanya kekuatan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang berasal dari luar diri dan alam semesta yang tidak nampak oleh panca indera (supra-natural). Ketertarikan antropologi terhadap kehidupan beragama manusia inilah yang kemudian memunculkan disiplin antropologi agama. Dalam hal ini antropologi memandang bahwa agama merupakan bag...