Skip to main content

Pendekatan Pluralistik Religius

Pluralisme dan pluralitas memiliki arti yang sama, yaitu sebuah keadaan yang bersifat plural, jamak, atau banyak. 

Banyak masyarakat awam yang salah mengartikan pluralisme sebagai pemahaman yang memandang semua agama sama, atau hanya agamanya paling benar sehingga secara a piori mereka menegaskan pluralisme. Padahal pluralisme adalah menjunjung tinggi adanya perbedaan dalam masyarakat yang multikultural dan itu adalah konteks kelahiran pluralisme.

Pluralisme agama adalah sebuah asumsi yang meletakkan kebenaran agama sebagai kebenaran yang relatif dan menempatkan agama pada posisi setara, apapun jenis agama itu. Pluralisme agama juga meyakini bahwa semua agama adalah jalan yang benar menuju Tuhan yang sama.

Ciri-ciri Pluralisme Agama
1. Pluralisme bukan hanya keragaman, tetapi terlibat dengan energik dengan keragaman juga.
2. Pluralisme bukanlah sebuah toleransi saja, tetapi pencarian aktif pemahaman lintas garis perbedaan.
3. Pluralisme bukanlah relativisme, tetapi sebuah pertemuan komitmen.
4. Pluralisme didasari oleh dialog. Bahasa pluralisme adalah dialog dan perjumpaan, memberi dan menerima, kritik dan otokritik.

Comments

Popular posts from this blog

Kajian Historis Sebagai Pendekatan Dalam Kajian Keislaman

Pendekatan historis adalah meninjau permasalahan dengan berfokus pada sudut pandang peninjauan sejarah, menjawab permasalahannya, dan menganalisisnya dengan menggunakan metode analisis sejarah. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pendekatan studi Islam yang menguasai umat muslim lebih cenderung besifat subjektif, apologi, dan menutup diri terhadap pendekatan orang-orang dari luar yang sifatnya objektif dan rasional. Ajaran agama Islam memiliki dua sumber utama, yaitu Al-Qur'an dan Hadist. Kedua sumber tersebut bersifat rasional dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan berkembang menjadi ajaran yang tabu terhadap perkembangan zaman, sehingga kehidupan umat Islam terkesan ketinggalan zaman. Maka dari itu, adanya kontak antara budaya modern dengan Islam, maka hal itu bisa mendorong umat Muslim agar dapat bersikap objektif dan terbuka terhadap pandangan luar sehingga ajaran- ajaran Islam bisa berkembang dan dibutuhkan oleh umat Muslim.

Sosiologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa indonesia) sosiologi adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari sifat dan perkembangan masyarakat, termasuk struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.  Sosiologi merupakan ilmu yang menggambarkan keadaan masyarakat, termasuk struktur, lapisan, dan gejala sosial yang saling berkaitan. Dengan ilmu sosiologi, fenomena sosial dapat dianalisis dengan faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan, mobilitas sosial, dan keyakinan yang mendasari proses tersebut. Pendekatan sosiologis dapat digunakan dalam memahami agama karena banyak bidang kajian agama yang dapat dipahami secara tepat dan proporsional dengan bantuan ilmu sosiologi. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis, agama dapat dipahami dengan mudah karena agama sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial. Pendekatan Sosiologi memiliki peranan penting dalam usaha memahami dan mengeksplorasi makna yang sebenarnya diinginkan oleh al-Qur'an. Hal ini disebabkan oleh Islam yang menekankan pada hal-h...

Antropologi Sebagai Pendekatan Kajian Keislaman

Antropologi merupakan salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bertujuan untuk memahami kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat. Pendekatan antropologi dalam agama berawal dari preposisi bahwa agama tidak hanya berdiri sendiri, melainkan agama akan selalu berhubungan erat dengan pemeluknya. Setiap pemeluk agama memiliki sistem budaya dan kultur masing-masing. Antropologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, menjadikan antropologi memiliki peran sangat penting dalam memahami agama. Antropologi mempelajari tentang manusia dan segala perilaku mereka untuk dapat memahami perbedaan kebudayaan manusia. Dalam konteks agama, antropologi mengamati keyakinan akan adanya kekuatan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang berasal dari luar diri dan alam semesta yang tidak nampak oleh panca indera (supra-natural). Ketertarikan antropologi terhadap kehidupan beragama manusia inilah yang kemudian memunculkan disiplin antropologi agama. Dalam hal ini antropologi memandang bahwa agama merupakan bag...